Perang Baru yang Hampir Tidak Terlihat: Internet Mulai Dirombak untuk AI Agents

Admin Neorix
5 Min Read

Startup Keenable keluar dari mode stealth dengan pendanaan US$26 juta untuk membangun infrastruktur pencarian web yang dirancang khusus untuk AI Agents, bukan manusia.


NEORIX.ID — Sebuah perang baru tengah terjadi di balik layar internet. Kali ini bukan untuk merebut pasar pencarian manusia, melainkan untuk menjadi fondasi bagaimana kecerdasan buatan (AI) membaca, memahami, dan mengambil keputusan dari dunia maya.

Startup bernama Keenable baru saja keluar dari mode siluman (stealth) dengan mengumumkan pendanaan US$26 juta pada tahap seed. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Accel, dengan partisipasi Conviction Partners, Brightwing Capital, ScOp Venture Capital, serta sejumlah investor malaikat dari Google dan Amazon . Ini adalah langkah berani yang mengincar jantung dari ekosistem AI: bagaimana agen-agen cerdas mengakses informasi.

Mengapa Internet untuk Manusia Tidak Cukup untuk AI

Selama lebih dari dua dekade, arsitektur internet dan mesin pencari dibangun dengan satu alur sederhana:

Manusia → Mencari → Halaman Web

Pengguna mengetik pertanyaan, mesin pencari mengembalikan sepuluh tautan biru, manusia mengklik dan membaca. Semuanya dioptimalkan untuk perilaku manusia.

Namun, dengan munculnya AI Agents, alur ini berubah secara fundamental menjadi:

AI Agent → Retrieval → Structured Web → Decision

Seorang agen riset untuk menjawab pertanyaan kompleks dapat melakukan puluhan pencarian berturut-turut. Agen pengkodean (coding agent) terus mencari dokumentasi terbaru dan repositori GitHub. Agen penjualan mungkin perlu memeriksa situs web perusahaan, berita pendanaan, dan profil eksekutif secara simultan untuk menilai prospek klien .

Bagi AI Agent, “mencari” bukan lagi tindakan satu kali yang dipicu klik pengguna, melainkan langkah berulang dalam sebuah siklus tugas. Mereka tidak membutuhkan sepuluh tautan biru. Mereka membutuhkan data yang cukup lengkap, terkini, dapat dipercaya, dan — yang terpenting — sudah terstruktur sehingga model bahasa besar (LLM) bisa langsung memprosesnya tanpa perlu membuang token untuk scraping HTML yang berantakan .

Keenable: Membangun “Google” untuk AI Agents

Keenable, yang didirikan oleh Andrey Styskin (mantan CEO Yandex Search dan direktur di Amazon AGI) dan Matthias Petri (mantan ilmuwan utama di Amazon AGI), hadir dengan premis ambisius: membangun indeks pencarian web independen terbesar di dunia, yang dioptimalkan bukan untuk manusia, melainkan untuk AI .

Tim yang hanya terdiri dari sekitar 15 insinyur ini melakukan pekerjaan yang sangat berat: merayapi (crawl) dan mengindeks ulang seluruh internet. Saat ini, mereka mengklaim telah mengindeks lebih dari 100 miliar dokumen . Dengan infrastruktur ini, Keenable menawarkan API yang memungkinkan AI Agent melakukan pencarian berbasis bahasa dan mengambil konten yang sudah “dibersihkan” (cleaned) dan siap pakai oleh model, dengan latensi di bawah 250ms di Kawasan Timur AS .

Keunggulan Teknis dan Ekonomis

Perbedaan utama Keenable dibandingkan solusi scraping atau API mesin pencari tradisional adalah pada efisiensi biaya dan kecepatan. Dalam arsitektur tradisional, agen harus melakukan panggilan API untuk mencari tautan, lalu melakukan panggilan terpisah untuk mengambil dan mengurai (parse) setiap halaman. Biaya ini berlipat ganda .

Sebaliknya, API Keenable mengembalikan potongan (excerpts) informasi yang relevan dengan pertanyaan agen, langsung dalam format markdown yang ringkas. Ini berarti agen tidak perlu lagi melakukan langkah fetch-and-parse yang mahal dan lambat. Untuk pelanggan berskala besar (di atas 100 permintaan per detik), biaya dapat ditekan hingga US$1 per 1.000 permintaan API .

Pendekatan ini sangat penting karena biaya pencarian yang tinggi dapat dengan cepat membengkak dalam tugas riset yang melibatkan puluhan hingga ratusan kueri. Dengan efisiensi ini, agen dapat melakukan “deep-research” yang lebih luas dengan anggaran yang sama .

Mengapa Ini Relevan untuk Masa Depan Internet

Keenable bukan sekadar startup pencarian baru. Ia adalah bagian dari pergeseran arsitektur internet yang lebih besar. Saat ini, sebagian besar agen AI bergantung pada API mesin pencari umum atau membangun infrastruktur crawling mereka sendiri. Keenable memposisikan diri sebagai lapisan infrastruktur khusus yang menangani bagian sulit itu, sehingga pengembang AI bisa fokus membangun agen mereka .

Pendiri dan investor percaya bahwa ketika ekonomi agen (agentic economy) mulai terbentuk, akan ada kebutuhan mendesak akan “jaringan penghubung” yang memungkinkan agen mengakses pengetahuan dunia dan berbagi informasi satu sama lain, seperti halnya Google untuk pencarian manusia . Keenable menawarkan “Bahasa Kueri Web” (Web Query Language) yang memungkinkan agen untuk menarik dan menalar dari ribuan sumber langsung secara bersamaan .

CEO Keenable, Andrey Styskin, menyebut proses membangun indeks web raksasa ini sebagai “sangat mahal” (painfully expensive). Namun, ia yakin bahwa untuk mengoptimalkan pencarian bagi agen—yang membutuhkan low latencyhigh throughput, dan semantic alignment—membangun dari awal adalah satu-satunya cara . Perang untuk menjadi tulang punggung internet di era AI baru saja dimulai.


Sumber: Accel, KuCoin, InfoQ, Parallel Web Systems, SVTR, QuantLogix

Editor: NEORIX.ID

Share This Article