AI Agent Mulai Menjual, Bukan Sekadar Membantu — Runable Raup US$21 Juta untuk Agen yang Mencari Pelanggan

Admin Neorix
7 Min Read

Startup India ini mengembangkan AI agent yang tidak hanya membuat website, tetapi juga menjalankan iklan, mengelola media sosial, mengoptimalkan SEO, dan mencari pelanggan secara mandiri.


NEORIX.ID — Selama dua tahun terakhir, narasi AI didominasi oleh alat yang “membantu” bisnis. AI menulis konten, membuat gambar, atau membantu coding. Namun, perubahan fundamental mulai terjadi: AI agent mulai dijual bukan untuk membantu, tetapi untuk menghasilkan revenue .

Startup asal Bengaluru, Runable, baru saja mengumumkan pendanaan Seri A sebesar **US$21 juta** dengan valuasi pasca-pendanaan US$65 juta . Putaran ini dipimpin oleh Susquehanna Venture Capital dan Nexus Venture Partners, dengan partisipasi dari Together Fund dan Array VC .

Yang membuat Runable berbeda bukanlah kemampuannya membuat website atau aplikasi—itu sudah banyak. Yang membuatnya menarik adalah apa yang dilakukan setelah website selesai.

Dari Membangun Menjadi Menghasilkan

“Tidak ada yang memulai bisnis karena ingin landing page. Mereka memulainya karena ingin pelanggan dan pendapatan,” kata Umesh Kumar, Co-Founder dan CEO Runable . “Pembuatan software sudah otomatis. Segala sesuatu setelahnya belum. Itulah fungsi Runable.”

Runable adalah platform AI agent yang membangun, menjalankan, dan mengembangkan bisnis secara end-to-end dengan konteks dan memori yang sama di setiap tugas . Agent ini tidak berhenti setelah website atau aplikasi selesai. Setelah “live”, agent tersebut mulai:

  • Menjalankan kampanye berbayar di ChatGPT Ads, Meta, Google, LinkedIn, dan TikTok 
  • Membuat dan menjadwalkan konten sosial secara otomatis 
  • Menjalankan cold email, DM, dan panggilan suara menggunakan nomor telepon sungguhan 
  • Melacak kompetitor dan sentimen brand 
  • Mengelola SEO, Answer Engine Optimization (AEO), dan dukungan pelanggan 

Dengan kata lain, Runable menjanjikan agen yang tidak hanya membuat toko, tetapi juga mendatangkan pembeli.

Angka yang Mencengangkan: 1,5 Juta Pengguna dalam 3 Minggu

Runable mengklaim pertumbuhan yang sulit diabaikan. Dalam tiga minggu setelah meluncurkan pembayaran pada Maret 2026, platform ini mencapai pendapatan tahunan berulang (ARR) US$2 juta . Saat ini, Runable memiliki 1,5 juta pengguna (atau 1,7 juta menurut laporan lain) yang dilayani oleh tim hanya 15 orang .

Sebagian besar pengguna adalah pemilik usaha kecil dengan tim sekitar dua orang—agen, konsultan, perusahaan kebersihan, dan bisnis lainnya di AS, Inggris, Jepang, dan Brasil .

“Ada jutaan bisnis kecil yang terpinggirkan oleh perusahaan dengan tim dan anggaran lebih besar,” kata Kumar. “Kami pikir itu masalah alat, dan itu bisa dipecahkan” .

AI Search Visibility → AI Agent Discovery → AI Agent Conversion

Fenomena ini menandai pergeseran paradigma yang lebih besar. Selama dua dekade, bisnis mengoptimalkan diri untuk SEO (Search Engine Optimization) agar ditemukan manusia di Google.

Sekarang, lanskap berubah menjadi:

AI Search Visibility → AI Agent Discovery → AI Agent Conversion 

Para analis menyebut ini sebagai evolusi dari SEO ke AEO (Answer Engine Optimization), GEO (Generative Engine Optimization), dan kini AAIO (Agentic AI Optimization) . Ini adalah babak baru setelah SEO/AEO/GEO: bisnis harus muncul bukan hanya di hasil pencarian, tetapi dalam jawaban yang disintesis AI agent, dan akhirnya diambil tindakan oleh agent tersebut .

Nexus Venture Partners, salah satu investor Runable, menyatakan hal ini dengan tegas: “Kebanyakan alat AI berhenti pada output. Bisnis membutuhkan hasil: pelanggan, pendapatan, uang tunai di bank. Itulah yang dilakukan AI agent otonom tujuan umum Runable” .

Ancaman Nyata: Agen Mulai “Menjual” Tanpa Manusia

Jika AI agent Runable benar-benar dapat menjalankan kampanye iklan, mengelola media sosial, dan melakukan cold call secara mandiri, maka konsekuensinya jauh lebih besar dari sekadar otomatisasi.

Bisnis kecil yang sebelumnya tidak memiliki tim pemasaran kini dapat memiliki “karyawan” AI yang:

  • Tidak pernah lelah
  • Bekerja 24/7
  • Tidak butuh gaji
  • Dapat menskalakan upaya pemasaran tanpa batas

Sebaliknya, agensi pemasaran tradisional yang selama ini mengandalkan tenaga manusia untuk menjalankan iklan, SEO, dan media sosial menghadapi ancaman eksistensial.

Tantangan yang Masih Ada

Runable bukannya tanpa masalah. Perusahaan mengakui saat ini memiliki margin kotor negatif—mereka mensubsidi biaya AI untuk pelanggan . Dalam 90 hari terakhir, pengguna Runable mengkonsumsi lebih dari 1 triliun token, dengan 60-70% berasal dari pelanggan berbayar .

Dalam pengujian TechCrunch, Runable berhasil membangun situs untuk bisnis kopi fiktif dan menyiapkan kampanye iklan, tetapi tidak dapat menjalankan iklan secara langsung—masih memerlukan koneksi akun iklan eksternal . Ini menunjukkan bahwa agent tersebut masih dalam tahap transisi dari “asisten” ke “pelaksana otonom penuh”.

Apa Artinya bagi Bisnis di Indonesia?

Untuk bisnis di Indonesia, fenomena ini membawa beberapa implikasi:

  1. Persaingan global semakin ketat: Bisnis kecil di Indonesia akan bersaing dengan bisnis kecil di AS atau Inggris yang menggunakan AI agent serupa untuk pemasaran dan akuisisi pelanggan.
  2. Biaya pemasaran bisa turun drastis: Jika AI agent dapat mengelola kampanye iklan secara otomatis, hambatan masuk untuk pemasaran digital menjadi jauh lebih rendah.
  3. Optimasi untuk AI agent menjadi keharusan: Bisnis harus mulai mengoptimalkan konten mereka agar dapat “ditemukan” dan “digunakan” oleh AI agent—bukan hanya oleh manusia .
  4. Peran agensi pemasaran berubah: Agensi yang bertahan adalah yang bisa mengintegrasikan AI agent ke dalam layanan mereka, bukan melawannya.

Jalan ke Depan

Runable berencana menggunakan pendanaan barunya untuk tiga area utama: memperluas kemampuan growth dengan lebih banyak channel dan pengukuran yang lebih dalam, menskalakan Runable Academy (modul gratis untuk membantu pemilik bisnis belajar membangun dan mengembangkan bisnis), dan hiring di berbagai bidang .

Meskipun masih menghadapi tantangan ekonomi dan kompetisi dari model AI besar yang juga mengembangkan agent, Runable percaya keunggulannya terletak pada integrasi menyeluruh—dari infrastruktur hingga distribusi—dalam satu platform yang dapat digunakan oleh pemilik bisnis non-teknis .

“AI membuat memulai bisnis hampir gratis. Menjalankannya masih bagian yang mahal, dan itulah celah yang ditutup Runable,” kata Sai Araveti dari Susquehanna VC .

NEORIX.ID akan terus memantau perkembangan ini, terutama dampaknya terhadap lanskap pemasaran digital dan bisnis di Indonesia. 🚀


Sumber: Business Standard, Inc42, TechCrunch/Yahoo Finance, VentureBeat, Search Engine Journal, Businesswire, Moneycontrol, YourStory, News18

Editor: NEORIX.ID

Share This Article