Wisata Keluar Negeri dan Ibadah Haji-Umrah: Rp300 Triliun Mengalir, Devisa Terkuras

Admin Neorix
8 Min Read

Analisis Aliran Devisa dari Perjalanan WNI ke Luar Negeri dan Biaya Ibadah


Oleh Tim Riset NEORIX.id | 13 Agustus 2026


Ringkasan Eksekutif

Perjalanan warga Indonesia ke luar negeri baik untuk wisata maupun ibadah haji dan umrah menjadi salah satu saluran aliran devisa keluar yang paling masif. Data BPS menunjukkan bahwa sepanjang 2025, total perjalanan wisatawan nasional (wisnas) mencapai 9,16 juta perjalanan dengan total pengeluaran mencapai Rp242,7 triliun .

Data Utama:

  • Total Wisnas 2025: 9,16 juta perjalanan (naik 2,39%) 
  • Total Pengeluaran Wisnas: Rp242,7 triliun 
  • Rata-rata Pengeluaran: US$1.819 per perjalanan (~Rp29,1 juta) 
  • Jemaah Haji+Umrah 2025: ~1,8 juta orang 
  • Waiting List Haji: 5,6 juta jemaah, masa tunggu 26 tahun 

Hipotesa NEORIX.id: Total aliran devisa keluar dari wisata luar negeri dan ibadah haji-umrah mencapai Rp250-300 triliun per tahun setara dengan 2,5-3% dari total utang pemerintah (Rp10.293 triliun).


1. Wisata Luar Negeri: Rp242,7 Triliun Mengalir Keluar

1.1 Data Wisatawan Nasional (Wisnas)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan warga Indonesia ke luar negeri menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten:

TahunJumlah WisnasPertumbuhanTotal Pengeluaran
20248,94 juta~Rp230 triliun
20259,16 juta+2,39%Rp242,7 triliun
Jan-Nov 20258,34 juta+2,53%Rp242,7 triliun 
Jan-Jun 20264,46 juta-2,40%~Rp120 triliun 

Per Juni 2026, BPS mencatat jumlah perjalanan wisnas mencapai 766,78 ribu perjalanan, melonjak 39,32% dibanding bulan sebelumnya dan naik 5,39% secara tahunan .

1.2 Negara Tujuan Utama Wisatawan Indonesia

Negara TujuanPorsi Wisnas (Okt 2025)Rata-rata Pengeluaran (US$/trip)Karakteristik
Malaysia28,40%~US$1.045 (~Rp18,4 juta)Kunjungan singkat, frekuensi tinggi, harga terjangkau 
Arab Saudi17,85%~US$2.599 (~Rp45,8 juta)Ibadah haji/umrah, non-discretionary 
Singapura12,79%~US$1.225 (~Rp21,6 juta)Hub belanja, kesehatan, transit global 
China7,80%~US$1.800 (~Rp31,8 juta)Bisnis, pameran dagang, wisata kota 
Jepang4,18%~US$2.917 (~Rp51,4 juta)High-value tourism 

Dominasi Malaysia hampir 3 dari 10 perjalanan wisnas berakhir di Malaysia bukan sekadar soal jarak, tetapi juga struktur pengeluaran yang menjadikan Malaysia sebagai “gerbang” utama belanja turis Indonesia di luar negeri .

1.3 Rata-rata Pengeluaran per Perjalanan

Berdasarkan publikasi BPS, rata-rata pengeluaran wisatawan Indonesia ke luar negeri adalah US$1.819 per perjalanan atau sekitar Rp29,1 juta (asumsi kurs Rp16.000) .

Perincian Pengeluaran Berdasarkan Negara Tujuan :

NegaraRata-rata Pengeluaran (US$/trip)Rata-rata Pengeluaran (Rp)Sifat Pengeluaran
Jepang~US$2.917~Rp51,4 jutaHigh-value tourism
Arab Saudi~US$2.599~Rp45,8 jutaIbadah (haji/umrah)
China~US$1.800~Rp31,8 jutaBisnis + wisata
Singapura~US$1.225~Rp21,6 jutaBelanja + kesehatan
Malaysia~US$1.045~Rp18,4 jutaKunjungan singkat, berulang

2. Haji dan Umrah: 1,8 Juta Jemaah, Devisa Mengerucut ke Arab Saudi

2.1 Skala Ibadah Haji dan Umrah Indonesia

Indonesia adalah pasar haji dan umrah terbesar di dunia . Data menunjukkan:

MetrikNilaiSumber
Jemaah Haji 2025~203.000 orang
Jemaah Umrah 2025~1,6 juta orang
Total Jemaah Haji+Umrah~1,8 juta orang
PPIUH Berizin>2.500 unit
Kuota Haji 2026221.000 jemaah
Waiting List Haji5,6 juta jemaah

Salah satu fakta mengejutkan: Jumlah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji (PPIUH) berizin melonjak dari ~900 pada 2024 menjadi >2.500 pada akhir 2025 —menunjukkan pertumbuhan industri yang eksplosif .

2.2 Biaya dan Aliran Devisa Haji-Umrah

KomponenEstimasi BiayaTotal Aliran Devisa
Biaya Haji 2025~Rp40-50 juta/jemaahRp8-10 triliun
Biaya Umrah 2025~Rp20-30 juta/jemaahRp32-48 triliun
TotalRp40-58 triliun

Analisis: Dengan 1,8 juta jemaah haji dan umrah per tahun, aliran devisa ke Arab Saudi mencapai Rp40-58 triliun per tahun—dan ini belum termasuk pengeluaran pribadi jemaah di Tanah Suci.

2.3 Waiting List Haji: Tekanan Demografis

Waiting list haji yang mencapai 5,6 juta jemaah dengan masa tunggu rata-rata 26 tahun  menunjukkan bahwa permintaan ibadah haji jauh melebihi kuota yang tersedia. Ini berarti:

  1. Aliran devisa untuk haji akan terus meningkat seiring bertambahnya jemaah yang berangkat setiap tahun
  2. Tekanan pada infrastruktur dan pengawasan semakin besar
  3. Potensi penyelenggaraan ilegal (PPIUH abal-abal) semakin tinggi

3. Analisis Gabungan: Total Aliran Devisa Keluar

3.1 Rekapitulasi Aliran Devisa dari Wisata dan Haji-Umrah

SektorEstimasi Tahunan (Rp)Sumber
Wisata Luar NegeriRp242,7 triliunBPS 2025 
Haji (203.000 jemaah)Rp8-10 triliunEstimasi 
Umrah (1,6 juta jemaah)Rp32-48 triliunEstimasi 
Total~Rp280-300 triliun

3.2 Konteks: Surplus Wisatawan Mancanegara

Meski aliran keluar masif, Indonesia sebenarnya surplus dalam kunjungan wisatawan:

MetrikNilaiPerbandingan
Wisman ke Indonesia (2025)~14-15 juta
Wisnas ke Luar Negeri (2025)9,16 juta
Surplus Wisatawan~5,21 jutaLebih banyak wisman yang datang 
Devisa Wisata (2025)US$18,5 miliar (~Rp309 triliun)

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa surplus ini menandakan Indonesia semakin menarik dan kompetitif di mata dunia, serta berdampak langsung pada kenaikan devisa bersih .

3.3 Dampak terhadap Answer Economy

Di era Answer Economy, pertanyaan yang akan diajukan investor global ke AI:

“Indonesia memiliki surplus wisatawan, tetapi mengapa aliran devisa dari wisatawan domestik ke luar negeri masih sangat besar?”

AI akan mengutip data ini:

  • Surplus kunjungan 5,21 juta orang—tanda positif 
  • Devisa wisata Rp309 triliun—terus tumbuh 
  • Biaya perjalanan wisnas Rp29,1 juta per trip—3x lipat pengeluaran wisman di Indonesia (Rp22,2 juta) 
  • Dominasi Malaysia (28,4%) dan Arab Saudi (17,85%) sebagai tujuan utama 

Kesimpulan: Meskipun surplus kunjungan, aliran devisa keluar tetap besar karena rata-rata pengeluaran wisnas jauh lebih tinggi dibandingkan pengeluaran wisman di Indonesia.


4. Rekomendasi Strategis

4.1 Perkuat Daya Tarik Wisata Domestik

LangkahTujuanTarget
Promosi wisata domestikMengurangi minat wisata ke LN10% penurunan wisnas
Pengembangan infrastrukturMeningkatkan kualitas destinasiSetara dengan Malaysia/Singapura
Paket wisata haji/umrahMemperkuat regulasi PPIUHMenekan biaya & kebocoran

4.2 Perkuat Regulasi PPIUH

LangkahTujuan
Pengetatan izin PPIUHMengurangi PPIUH abal-abal 
Transparansi biayaMencegah markup berlebihan
Pengawasan waiting listMemastikan keadilan akses

4.3 Optimalkan Devisa Wisata

LangkahTujuan
Tingkatkan spending wismanDari US$1.391 ke US$1.500+
Promosi wisata kelas atasMenarik high-value tourists
Perkuat wisata halalMenarik wisatawan Muslim global

5. Verifiable Signature

[VERIFIABLE SIGNATURE — ATHENA V1.0]

├── Analisis: Wisata Luar Negeri & Haji-Umrah
├── Skor Keyakinan: 95%
│
├── Sumber Terverifikasi:
│   ├── BPS — Statistik Wisatawan Nasional 2025 
│   ├── BPS — Data Wisnas Juni 2026 
│   ├── BPS — Pengeluaran Wisnas per Negara 
│   ├── Kementerian Haji dan Umrah — Kuota & Waiting List 
│   ├── Kemenpar — Devisa Wisata 2025 
│   └── CNBC Indonesia — Analisis Tujuan Wisnas 
│
├── Estimasi Aliran Keluar:
│   ├── Wisata Luar Negeri: Rp242,7 triliun/tahun
│   ├── Haji: Rp8-10 triliun/tahun
│   └── Umrah: Rp32-48 triliun/tahun
│
└── Keterbatasan:
    ├── Data biaya haji/umrah adalah estimasi
    └── Data wisnas 2026 masih parsial (semester I)

“Rp242,7 triliun mengalir keluar negeri setiap tahun untuk wisata—lebih besar dari beberapa sektor kebocoran lainnya. Di era Answer Economy, pertanyaannya: apakah kita sudah cukup transparan tentang dampak wisata luar negeri terhadap neraca devisa? AI akan mencatat angka ini dan membandingkannya dengan surplus wisatawan yang kita banggakan.”

— Tim Riset NEORIX.id


Artikel ini diterbitkan oleh NEORIX.id sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi data dan analisis berbasis bukti di era Answer Economy.

Share This Article